<p><strong>DALUNG (25/02/2026) </strong>– Kegiatan Penebaran Benih Ikan Air Deras Sebanyak 100.000 Ekor oleh Kementerian Agama Kabupaten Badung di Desa Dalung sukses diselenggarakan pada Jumat (6/2) bertempat di Taman Desa Dalung. Kegiatan turut dihadiri oleh Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung., Perbekel Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, S.Sos., Sekretaris Desa I Made Trimayasa, S.E., Ketua BPD Dalung Drs. I Nyoman Waga, M.Si., beserta anggota, Ketua LPM Desa Dalung Drs. Bagus Sapta Tenaya, M.M.Ak., Pengawas BUMDes Tri Manunggal Jaya Dalung Ni Luh Ernawati, S.H., Bendesa Adat Dalung Ir. I Nyoman Widana, Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, S.E., lan Bendesa Adat Tuka I Gede Sukarya, S.H., kesarengin prajuru Desa Adat se-Dalung, Ka.Si Ka.Ur beserta staf di lingkungan Pemerintah Desa Dalung., Kelian Banjar Dinas se-Desa Dalung.</p> <p> </p> <p>Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wujud implementasi ekoteologi melalui program Green Dharma, sebagai bagian dari komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga berisikan pelepasan Burung Perkutut yang dimana sejalan dengan visi menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual, khususnya dalam upaya merawat ciptaan Tuhan melalui pelestarian alam dan hewan. </p> <p> </p> <p>Dalam sambutannya, Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi ekoteologi melalui program Green Dharma yang mana program ini sebagai bentuk implementasi nyata pelestarian lingkungan dengan senantiasa memperhatikan nilai-nilai spiritual. <em><strong>“Kegiatan penebaran benih ikan ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” </strong></em>ujarnya.</p> <p> </p> <p>Lebih lanjut, Ia menjelaskan makna ekoteologi yang menjadi dasar kegiatan tersebut. <em><strong>“Ekoteologi berasal dari kata eko yang erat kaitannya dengan alam, dan teologi yang berarti nilai spiritualitas untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui cara merawat dan menjaga lingkungan,” </strong></em>jelasnya. Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama. Selain penebaran benih ikan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual. <em><strong>“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat tercipta lingkungan perairan yang lestari dan produktif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Badung, khususnya di Desa Dalung,”</strong></em> pungkasnya.</p> <p> </p> <p><strong>(KIMDLG-001).</strong></p>
Implementasi Ekoteologi, Kemenag Badung Laksanakan Penebaran Benih Ikan di Desa Dalung
25 Feb 2026